Hubungi kami : 081370639191 / Whatsapp : 081370639191 garasi91com@gmail.com Waktu Buka : RAB 08.30 - 19.00 WIB :
Risiko Terlalu Lama Membiarkan Abu Vulkanik Menempel di Mobil, Jangan Disepelekan!

Risiko Terlalu Lama Membiarkan Abu Vulkanik Menempel di Mobil, Jangan Disepelekan!

Hujan abu vulkanik bukan hanya membuat mobil terlihat kotor. Partikel abu vulkanik memiliki karakter yang berbeda dari debu jalanan biasa karena dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang keras serta abrasif.

Jika dibiarkan terlalu lama, apalagi kemudian mobil langsung dilap dalam kondisi kering, abu tersebut justru bisa menggores permukaan cat dan kaca.

Karena itu, setelah kendaraan terkena abu vulkanik, pemilik mobil sebaiknya tidak buru-buru mengambil kemoceng atau lap. Cara membersihkannya justru menjadi hal yang sangat menentukan.

Kenapa Abu Vulkanik Berbahaya untuk Mobil?

Sekilas abu vulkanik memang terlihat seperti debu biasa. Namun, partikelnya dapat memiliki permukaan keras dan tajam.

Ketika partikel tersebut bergesekan dengan permukaan kendaraan, efeknya bisa menyerupai amplas halus. Risiko ini semakin besar ketika abu dalam kondisi kering kemudian digosok menggunakan kain, spons, kemoceng, atau tangan.

Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain:

Cat bodi: berpotensi muncul baret halus atau swirl mark.
Kaca: dapat tergores jika abu digosok atau wiper digunakan saat kaca masih berabu.
Karet wiper: abu dapat terjebak di antara karet dan kaca.
Filter udara: bisa cepat kotor jika kendaraan sering digunakan di area yang penuh abu.
Filter kabin AC: dapat menampung partikel abu dan mengurangi kualitas udara kabin.
Komponen rem: perlu diperiksa apabila kendaraan terpapar abu cukup banyak.
Jangan Langsung Dilap, Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

Ketika melihat mobil penuh abu, respons pertama biasanya adalah mengambil kain lalu mengelapnya.

Justru ini yang harus dihindari.

Mengelap abu dalam kondisi kering bisa membuat partikel abrasif bergerak di atas permukaan cat. Akibatnya, lapisan clear coat dapat mengalami baret-baret halus.

Hal yang sama berlaku untuk kaca depan.

Jangan langsung menyalakan wiper ketika kaca masih dipenuhi abu. Partikel yang terjebak di antara karet wiper dan kaca dapat ikut bergesekan dan berpotensi menyebabkan goresan.

Cara Membersihkan Mobil yang Terkena Abu Vulkanik

Agar tidak malah menambah kerusakan, lakukan pembersihan secara bertahap.

  1. Tunggu Kondisi Aman

Jika hujan abu masih berlangsung atau abu masih beterbangan cukup tebal, jangan buru-buru mencuci mobil di luar ruangan.

Pastikan kondisi sekitar sudah aman dan gunakan perlindungan seperti masker ketika membersihkan kendaraan.

  1. Bilas Mobil dengan Air Terlebih Dahulu

Ini merupakan langkah paling penting.

Siram mobil dengan air yang cukup banyak, dimulai dari bagian atas seperti atap, kemudian kaca, kap mesin, bodi, hingga bagian bawah.

Tujuannya adalah meluruhkan sebanyak mungkin abu sebelum terjadi kontak fisik dengan permukaan kendaraan.

Hindari langsung menggosok permukaan yang masih penuh abu.

  1. Gunakan Sampo Mobil pH Netral

Setelah sebagian besar abu terbilas, lanjutkan pencucian menggunakan sampo khusus mobil yang memiliki pH netral.

Gunakan microfiber atau wash mitt yang bersih dan lembut. Metode dua ember juga dapat digunakan agar kotoran yang sudah terangkat tidak kembali terbawa ke permukaan bodi.

  1. Jangan Menggosok Terlalu Keras

Walaupun masih ada sedikit kotoran yang menempel, jangan langsung memberikan tekanan besar.

Biarkan air dan sampo membantu mengangkat sisa kontaminan. Semakin sedikit gesekan langsung dengan permukaan cat, semakin kecil risiko munculnya baret.

  1. Bersihkan Kaca dan Wiper

Setelah kaca dibilas sampai abu terangkat, bersihkan bagian wiper secara terpisah.

Pastikan tidak ada partikel abu yang tertinggal pada karet wiper sebelum digunakan kembali.

  1. Periksa Filter Udara dan Filter Kabin

Jika mobil berada di daerah yang cukup parah terkena abu vulkanik, jangan hanya fokus pada bagian eksterior.

Periksa filter udara mesin dan filter kabin AC. Paparan abu dalam jumlah banyak dapat membuat filter lebih cepat kotor sehingga perlu dibersihkan atau diganti sesuai kondisinya.

Bagaimana Kalau Abu Sudah Terlanjur Lama Menempel?

Jangan langsung panik.

Yang paling penting adalah jangan mencoba menghilangkannya dengan cara menggosok kering.

Jika abu sudah bercampur dengan embun atau air hujan kemudian mengering, lakukan pembilasan terlebih dahulu menggunakan air yang cukup. Setelah itu baru lakukan pencucian secara bertahap.

Apabila setelah dibersihkan muncul baret, kaca terasa buram, wiper tidak bekerja normal, atau kendaraan mengalami perubahan performa, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Abu Vulkanik Bisa Masuk ke Bagian Mesin?

Bisa menjadi masalah jika kendaraan terus digunakan di lingkungan dengan paparan abu yang tinggi.

Partikel abu yang sangat halus dapat masuk melalui berbagai celah dan membuat beberapa komponen lebih cepat kotor. Filter udara menjadi salah satu bagian yang perlu mendapatkan perhatian karena fungsinya menyaring udara yang masuk ke mesin.

Karena itu, jika mobil terkena abu cukup tebal dan setelahnya digunakan untuk berkendara, jangan hanya mencuci bodinya. Pemeriksaan filter dan komponen terkait juga penting.

Tips Garasi 91: Jangan Kejar Bersih, Kejar Aman Dulu!

Kalau mobil terkena abu vulkanik, ingat urutannya:

Jangan lap → bilas dengan air → cuci dengan sampo mobil → bilas kembali → keringkan dengan microfiber bersih.

Intinya adalah meminimalkan gesekan sebelum abu terangkat dari permukaan mobil. Cara ini jauh lebih aman daripada langsung mengandalkan kemoceng atau lap kering.

Bagi pemilik mobil yang berada di wilayah terdampak, sebaiknya juga tidak menunda pemeriksaan apabila kendaraan terkena abu dalam jumlah banyak. Filter udara, filter kabin, rem, kaca, wiper, hingga kondisi cat perlu diperhatikan.

Di Garasi 91, kondisi eksterior dan komponen kendaraan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan, terutama ketika melakukan pengecekan mobil bekas setelah kendaraan melewati kondisi lingkungan yang ekstrem.

Garasi 91 Insight:

“Abu vulkanik memang terlihat seperti debu biasa, tapi cara membersihkannya nggak boleh biasa. Jangan langsung lap—bilas dulu, baru cuci. Karena salah langkah sedikit, yang tadinya cuma kotor bisa berubah jadi baret!”

0 Komentar

Stay Connected
Powered by Joinchat