Hubungi kami : 081370639191 / Whatsapp : 081370639191 garasi91com@gmail.com Waktu Buka : RAB 08.30 - 19.00 WIB :
Mobil Terlalu Lama di Garasi Bikin Ban Flat Spot, Ini Penjelasannya

Mobil Terlalu Lama di Garasi Bikin Ban Flat Spot, Ini Penjelasannya

Mobil yang terlalu lama diam di garasi ternyata bukan berarti kondisinya selalu aman. Meskipun mesin tidak digunakan dan kendaraan tidak terkena risiko di jalan, ada beberapa komponen yang tetap bisa mengalami masalah.

Salah satunya adalah ban.

Mobil yang terlalu lama diparkir dalam posisi yang sama dapat mengalami kondisi yang disebut flat spot, yaitu perubahan bentuk pada bagian tapak ban akibat terus-menerus menopang beban kendaraan pada satu titik.

Pada kondisi tertentu, flat spot bahkan bisa membuat mobil terasa bergetar ketika kembali digunakan.

Apa Itu Flat Spot pada Ban?

Secara sederhana, flat spot adalah kondisi ketika sebagian permukaan ban yang seharusnya berbentuk bulat mengalami perubahan menjadi lebih rata.

Ketika mobil digunakan setiap hari, ban terus berputar sehingga beban dan tekanan berpindah ke seluruh permukaan ban.

Namun, ketika mobil berhenti dalam waktu lama, beban kendaraan terus bertumpu pada bagian ban yang sama.

Seiring waktu, struktur ban dapat mengalami deformasi pada titik tersebut. GridOto mengutip teknisi ban yang menyebut kondisi flat spot dapat muncul pada mobil yang diparkir sekitar satu bulan.

Kenapa Ban Bisa Jadi Flat Spot?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

  1. Mobil Terlalu Lama Diam

Ini merupakan faktor utama.

Semakin lama kendaraan berada dalam posisi yang sama, semakin lama pula satu bagian ban menahan bobot kendaraan.

Kondisi ini terutama perlu diperhatikan pada mobil yang jarang digunakan seperti:

Mobil kedua di rumah.
Mobil koleksi.
Mobil yang hanya digunakan saat akhir pekan.
Mobil yang ditinggal selama perjalanan panjang.
Mobil bekas yang lama tersimpan di garasi.

  1. Tekanan Angin Berkurang

Ban tetap dapat kehilangan tekanan udara secara perlahan meskipun kendaraan tidak digunakan.

Ketika tekanan angin berkurang, kemampuan ban menopang beban kendaraan juga berubah. Akibatnya, bagian bawah ban mendapatkan tekanan yang lebih besar dan risiko perubahan bentuk meningkat.

Karena itu, mobil yang jarang dipakai tetap harus dicek tekanan bannya.

  1. Suhu dan Kondisi Penyimpanan

Kondisi lingkungan juga berpengaruh.

Ban yang berada dalam kondisi dingin atau lingkungan penyimpanan yang lembap dapat mengalami penurunan tekanan udara lebih cepat. Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko terjadinya flat spot pada kendaraan yang lama diam.

Apa yang Dirasakan Saat Mobil Kembali Dipakai?

Flat spot tidak selalu mudah dilihat secara kasat mata karena bagian ban yang mengalami perubahan bentuk berada di area yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Namun, gejalanya bisa terasa ketika mobil mulai berjalan.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

Setir terasa bergetar.
Bodinya terasa bergetar.
Handling terasa kurang nyaman.
Muncul suara atau dentuman halus dari ban.
Getaran terasa pada kecepatan tertentu.

Putaran roda yang tidak lagi sempurna akibat perubahan bentuk ban dapat membuat getaran diteruskan ke sistem kemudi dan kaki-kaki.

Apakah Flat Spot Selalu Berarti Ban Harus Diganti?

Tidak selalu.

Flat spot dapat bersifat sementara maupun permanen.

Flat Spot Sementara

Pada kondisi ringan, ban yang mengalami flat spot dapat kembali mendekati bentuk normal setelah mobil digunakan.

Ketika ban berputar dan temperaturnya meningkat, struktur karet dapat kembali lebih fleksibel sehingga getaran perlahan menghilang.

Jadi, jangan langsung panik jika setelah mobil lama diparkir terasa sedikit bergetar pada beberapa kilometer pertama.

Namun, tetap perhatikan apakah getaran tersebut semakin berkurang setelah ban mencapai suhu kerja.

Flat Spot Permanen

Berbeda jika perubahan bentuk sudah terlalu parah.

Pada flat spot permanen, deformasi pada ban sulit kembali normal meskipun kendaraan sudah digunakan.

Jika kondisi tersebut terjadi, ban sebaiknya diperiksa dan dapat perlu diganti demi menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Cara Mencegah Flat Spot pada Mobil yang Jarang Dipakai

Kabar baiknya, risiko flat spot dapat dikurangi dengan beberapa langkah sederhana.

  1. Gerakkan Mobil Secara Berkala

Jangan biarkan mobil terus berada di posisi yang sama selama berminggu-minggu.

Jika memungkinkan, gunakan mobil secara berkala agar posisi kontak ban dengan permukaan jalan berubah.

Untuk kendaraan yang jarang digunakan, memindahkan posisi kendaraan secara berkala juga dapat membantu memindahkan titik beban pada ban.

  1. Cek Tekanan Ban

Ini salah satu hal paling sederhana tetapi sering dilupakan.

Periksa tekanan ban secara rutin meskipun mobil tidak digunakan. Pastikan tekanan berada pada rekomendasi pabrikan sebelum mobil kembali digunakan.

Jangan mengandalkan perkiraan hanya dengan melihat kondisi ban secara visual.

  1. Jangan Langsung Dibawa Ngebut Setelah Lama Parkir

Jika mobil sudah berminggu-minggu tidak digunakan, jangan langsung dipacu dengan kecepatan tinggi.

Mulailah dengan berkendara secara perlahan dan rasakan kondisi mobil.

Perhatikan apakah ada:

Getaran → suara aneh → setir tidak stabil → handling terasa berbeda.

Jika getaran berangsur menghilang setelah beberapa kilometer, kemungkinan flat spot yang terjadi masih bersifat sementara.

Namun jika getaran tetap terasa, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.

  1. Periksa Kondisi Ban Secara Menyeluruh

Jangan hanya melihat apakah tapak ban masih tebal.

Periksa juga:

Retakan pada dinding ban.
Benjolan.
Keausan tidak merata.
Kondisi TWI.
Usia ban.
Tekanan angin.
Kondisi pelek.

Ban yang terlalu lama tersimpan tetap mengalami proses penuaan meskipun jarang digunakan.

Jangan Lupa, Mobil yang Lama Parkir Bukan Cuma Bannnya yang Harus Dicek

Ini yang sering dilupakan pemilik mobil.

Ketika kendaraan lama tidak digunakan, bukan hanya ban yang berpotensi mengalami masalah.

Beberapa komponen lain juga perlu diperiksa sebelum mobil kembali digunakan, seperti:

Aki

Aki dapat kehilangan daya ketika kendaraan lama tidak digunakan.

Rem

Cakram dapat mengalami karat permukaan, sementara mekanisme rem parkir dapat mengalami masalah jika terlalu lama berada dalam kondisi aktif.

Cairan Kendaraan

Periksa oli mesin, coolant, minyak rem, dan cairan lainnya sebelum melakukan perjalanan jauh.

Kaki-Kaki

Pastikan tidak ada bunyi aneh atau komponen yang mengalami masalah setelah kendaraan lama diam.

Jadi, jangan langsung tancap gas setelah mobil berbulan-bulan tidur di garasi.

Lakukan pengecekan terlebih dahulu.

Tips Garasi 91 Saat Membeli Mobil Bekas yang Lama Disimpan

Flat spot menjadi salah satu hal yang menarik diperhatikan ketika membeli mobil bekas.

Mobil dengan kilometer rendah belum tentu otomatis bebas masalah.

Misalnya, sebuah mobil terlihat memiliki odometer rendah karena jarang digunakan. Namun, jika kendaraan terlalu lama diam, ban justru bisa mengalami flat spot atau komponen tertentu membutuhkan perhatian lebih.

Saat melakukan test drive, perhatikan:

Apakah setir bergetar?
Apakah bodi terasa bergetar?
Apakah muncul suara dari ban?
Apakah mobil terasa limbung?
Apakah ban mengalami keausan tidak merata?
Apakah kondisi ban sesuai dengan usia kendaraan?
Apakah rem terasa normal setelah mobil lama tidak digunakan?

Kilometer rendah memang menarik, tetapi kondisi aktual mobil tetap yang utama.

Di Garasi 91, kondisi kendaraan sebaiknya dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari angka odometer atau tampilan eksterior.

Garasi 91 Insight

“Mobil yang jarang dipakai bukan berarti bebas masalah. Ban pun bisa ‘protes’ kalau terlalu lama menahan beban di posisi yang sama. Kalau mobil sering tidur di garasi, jangan lupa cek tekanan ban dan gerakkan kendaraan secara berkala. Karena mobil yang sehat bukan cuma yang jarang dipakai, tapi yang dirawat dengan benar.”

0 Komentar

Stay Connected
Powered by Joinchat